Mengapa Imam Tidak Mengeraskan Suara pada Shalat Dzuhur dan Ashar?
Tanya:
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya mau tanya pak Ustadz, Mengapa jika sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah, pada rakaat 1 dan 2 imam tidak mengeraskan suaranya? Surat apa yang sebaiknya kita baca? Bagaimana baiknya, jika pada saat kita membaca surat pendek belum selesai, tetapi imam sudah ruku’? Saya ingin sekali belajar lebih dalam, mengenai cara, adab dan bacaan yang benar dalam sholat. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
[Beth Satrio – via formulir pertanyaan]
Jawab:
Wa’alaikumussalam wr. wb.
Tidak ada penjelasan dari Rasulullah saw. mengapa pada rakaat pertama dan kedua shalat Zuhur dan Asar kita tidak mengeraskan bacaan al-Fatihah dan surah/ ayat setelahnya, sedangkan pada shalat Magrib, Isya, dan Subuh kita mengeraskan al-Fatihah dan surah setelahnya. Paling tidak, saya belum menemukan penjelasan itu. Yang jelas, begitulah yang dicontohkan oleh Nabi saw. dan diikuti oleh umat Islam dari generasi ke generasi sampai sekarang.
Barang kali hikmah di balik itu –wallâhu a‘lam– adalah sebagai berikut. Shalat Magrib, Isya, dan Subuh dilakukan pada waktu gelap malam dan gelap fajar yang berpotensi membuat orang mengantuk atau merasa lelah. Apalagi kalau kita sadari bahwa ketika itu lampu listrik belum lagi ditemukan. Nah, untuk mengurangi kemungkinan jamaah terkena kantuk pada saat shalat, diperlukan suara imam yang dapat terdengar jelas oleh seluruh jamaah. Makanya, mengeraskan suara pun hanya dilakukan pada rakaat pertama dan kedua saja, dengan asumsi bahwa pada rakaat-rakaat berikutnya jamaah sudah terjaga dari kemungkinan mengantuk.
Sedangkan bacaan yang tidak dikeraskan pada shalat Zuhur dan Asar, itu antara lain karena shalat-shalat itu dilakukan pada waktu siang, terang benderang, yang kecil kemungkinan membuat orang mengantuk. Karena itu, tidak perlu suara keras dari imam. Bukankah ketika melakukan shalat kita pada hakikatnya sedang bermunajat dan berdoa kepada Allah? Bukankah Allah yang kita seru dalam shalat itu Maha Mendengar, bahkan untuk bunyi derap langkahnya semut sekalipun?
Memang, dalam hal berdoa dan bermunajat kepada Allah kita diperintahkan untuk tidak mengangkat suara terlalu tinggi, juga tidak merendahkan suara terlalu rendah hingga tidak terdengar. Sedang dan seimbang. Dalam satu riwayat pernah dikemukakan bahwa sahabat Nabi, Abû Bakar, berdoa dengan suara yang terdengar sayup dengan alasan “Allah mengetahui hajatku,” sedangkan ‘Umar berdoa dengan suara keras sambil berkata, “Aku mengusir setan dan membangunkan orang yang mengantuk atau tidur.” Lalu turunlah ayat berikut ini: Janganlah mengeraskan suaramu dalam shalat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya (QS. al-Isrâ’ [17]: 110). Nah, praktik mengeraskan suara pada shalat-shalat “gelap” dan tidak mengeraskan suara pada shalat-shalat “terang”, agaknya, juga dalam kerangka keseimbangan itu tadi.
Mungkin akan timbul pertanyaan: kalau begitu, mengapa pada shalat Jumat yang dilakukan pada siang hari (waktu terang) imam mengeraskan suara juga? Hemat saya, itu lebih merupakan syiar, karena hari Jumat adalah hari terbaik dari hari-hari yang lain. Hari Jumat adalah hari raya umat Islam. Kita dilarang berpuasa pada hari Jumat, seperti halnya dilarang berpuasa pada Idul Fitri dan Idul Adha. Makanya, pada shalat sunnah Idul Fitri dan Idul Adha pun –yang dilakukan pada waktu terang– imam mengeraskan suara juga, sebagai salah satu bentuk syiar Islam.
Mengenai surah apa yang kita baca setelah al-Fatihah pada shalat Zuhur dan Asar, terserah kepada kita. Baca saja surah-surah atau ayat-ayat yang mudah bagi kita.
Kemudian, apabila bacaan surat pendek kita belum selesai tetapi imam sudah rukuk, kita tidak harus menyelesaikan bacaan sampai akhir surah, tetapi langsung ikut rukuk bersama imam. Sebab, seseorang dijadikan imam adalah untuk diikuti.
Demikian, mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu a’lam.
[Muhammad Arifin, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an
Selasa, 10 Maret 2015
Rabu, 10 September 2014
Fiqih Luqothoh (Menyikapi
‘’Barang Temuan’’ Sesuai Aturan)
(Menyikapi
‘’Barang Temuan’’ Sesuai Aturan)
Oleh: Abu Ibrohim Muhammad Ali AM.
MUQODDIMAH
Agama islam
adalah agama rahmat dan kasih sayang serta melarang kedholiman bagi siapapun
dan terhadap siapapun, dalam segala hal, sampai masalah harta, Rosululloh
bersabda;
لا يحل مال امرئ مسلم إلا عن طيب نفس
منه
Demi menjaga
hak milik (harta) manusia, sekalipun harta yang dimiliki seseorang hilang dari
tangannya dan ditemukan oleh orang lain, maka agama Islam mengatur tata cara
menyikapi barang temuan sehingga terwujudlah kehidupan yang aman tentram, dan
tidak saling mendholimi sesama, serta hak- hak manusia tertunaikan, inilah yang
dibahas oleh para ulama dengan istilah ‘’luqothoh’’.
DEFINISI
LUQOTHOH
اللُّقَطَة (Luqothoh) artinya[2] suatu benda yang ditemukan dan
tidak diketahui pemiliknya[3] dikhawatirkan rusak atau musnah
jika tidak dipungut.
HUKUM
MEMUNGUT LUQOTHOH
Secara umum
memungut barang temuan hukumnya halal/boleh, kecuali barang- barang khusus yang
dilarang memungutnya (seperti binatang onta dan semisalnya), halalnya memungut
barang temuan sebagaimana sabda Rosululloh, dari Zaid bin Kholid al-Juhani
beliau berkata;
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ عَنْ اللُّقَطَةِ فَقَالَ اعْرِفْ
عِفَاصَهَا وَوِكَاءَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ جَاءَ صَاحِبُهَا
وَإِلَّا فَشَأْنَكَ بِهَا قَالَ فَضَالَّةُ الْغَنَمِ قَالَ هِيَ لَكَ أَوْ
لِأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ…
Datang
seseorang bertanya kepada Rosululloh tentang hukum luqothoh, lalu beliau
menjawab,’’Kenalilah wadah/tutupnya, dan pengikatnya, lalu umumkan satu
tahun, jika datang pemiliknya (maka serahkan), tetapi jika tidak terserah
engkau dengan barang itu’’, lalu dia bertanya,’’bagaimana dengan (barang
temuan berupa) kambing? Beliau menjawab,’’ kambing untukmu, atau untuk
saudaramu, atau untuk srigala/anjing…’’
Hukum asal
memungut barang temuan adalah mubah/ halal, akan tetapi pada kenyataannya
manusia tidak sama dalam menyikapi barang temuan, oleh karenanya para ulama
memerinci lebih lanjut menjadi dua hukum;
1 –Disyari’atkan
memungut barang temuan, jika seseorang mempunyai sifat amanah, merasa mampu
mengumumkan barang temuannya, dan berniat untuk mempertemukan barang temuan itu
kepada pemiliknya. Hal ini karena dengan memungutnya akan menjaga harta
saudaranya dari kerusakan dan musnahnya, atau dapat menyelamatkan barang
saudaranya dari tangan orang yang tidak bertanggung jawab dan khiyanat.
2-Menjadi
haram memungut barang temuan, jika seseorang mengetahui dirinya tidak
memiliki sifat amanah, khawatir jika dia memungutnya akan berkhiyanat, atau
menyembunyikannya, atau dia tidak akan mampu mengumumkannya, sehingga tidak
akan ditemukan oleh pemiliknya, sehingga hak orang lain tidak ditunaikan[5].
MACAM- MACAM
LUQOTHOH
a-Luqothoh
berupa sesuatu yang tidak berharga
Apabila
barang temuan berupa barang yang tidak berharga, maka boleh bagi siapapun
memungutnya dan boleh baginya memanfaatkannya secara langsung tanpa
mengumumkannya dan tidak harus menyimpankannya untuk pemiliknya.
Sesuatu yang
tidak berharga maksudnya sesuatu yang murah yang biasanya manusia tidak
menggubrisnya, seperti sebutir kurma, secarik kain, buah- buahan yang terjatuh,
uang yang tidak berharga, seutas tali, sepotong roti, kue, pena dan semisalnya.[6]
Tidak
diketahui perbedaan pendapat para ulama[7] tentang bolehnya memungut barang
temuan yang tidak berharga, hal ini didasari sabda Rosululloh;
عن أنس رضي الله عنه : ” أن
النبي ( صلى الله عليه وسلم ) مر بتمرة في الطريق فقال : لولا أني أخاف أن تكون من
الصدقة لأكلتها
Dari Anas bin Malik berkata, Nabi
lewat menjumpai sebutir kurma di jalanan, lalu beliau bersabda,’’Seandainya
aku tidak khawatir kurma ini adalah kurma zakat, sungguh aku akan memakannya.’’
(HR.Bukhori 2/7,94, dan Muslim 3/117-118)
Hadits ini
menunjukkan bahwa barang temuan yang tidak berharga/murah boleh diambil dan
dimanfaatkan tanpa mengumumkannya, hanyasaja Rosululloh tidak memakannya karena
khawatir kurma tersebut adalah kurma zakat, sedangkan zakat hukumnya haram bagi
beliau[8], akan tetapi karena sifat waro’nya,
beliau menjahui sesuatu yang ada kemungkinan haramnya.[9]
b-Luqothoh
berupa sesuatu yang berharga
Jika
luqothoh berupa sesuatu yang berharga, seperti emas, perak, uang, atau barang-
barang berharga lainnya, maka wajib bagi yang memungutnya untuk mengumumkannya
selama satu tahun penuh, jika datang pemiliknya menyebutkan ciri- ciri yang
sesuai dengan barang tersebut, maka barang harus diserahkan, jika tidak
dijumpai pemiliknya setelah satu tahun penuh, maka boleh bagi sang pemungut
memanfaatkannya atau menyedekahkannya, atau tetap menyimpannya, dan dia harus
berniat menjamin barang tersebut jika suatu ketika pemiliknya datang mencari[10], sebagaimana sabda Rosululloh dari
Zaid bin Kholid al-Juhani berkata;
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللُّقَطَةِ الذَّهَبِ أَوْ الْوَرِقِ فَقَالَ
اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ لَمْ تَعْرِفْ
فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا
مِنْ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ
Rosululloh
ditanya tentang barang temuan berupa emas tau perak, lalu beliau berkata,’’Kenalilah
wadah/tutupnya, dan pengikatnya, lalu umumkan satu tahun, jika diketahui
(pemiliknya) maka gunakanlahdan hendaknya barang itu bagaikan titipan di sisimu
tetapi jika jika datang pemiliknya mencari barang itu suatu hari dari masa,
maka serahkanlah barang itu padanya’’ (HR.Bukhori 2249, dan Muslim
3249, dan lafadhnya dari Muslim)
c-Luqothoh berupa
hewan piaraan dan macam- macamnya
-Apabila
berupa kambing dan semisalnya, maka boleh dipungut dan dimanfaatkan secara langsung
menurut pendapat yang kuat[11], hal ini didadari oleh hadits
tentang luqothoh berupa kambing berikut ini;
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ ضَالَّةِ الْغَنَمِ فَقَالَ خُذْهَا فَإِنَّمَا
هِيَ لَكَ أَوْ لِأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ
Nabi pernah ditanya tentang (memungut) barang temuan
berupa kambing, lalu beliau bersabda,’’ambil-lah, kambing itu untukmu, atau
untuk saudaramu, atau untuk srigala/anjing’’(HR.Bukhori 4882, dan Muslim
3247)
-Apabila
berupa onta dan semisalnya, maka haram memungutnya secara total, hal ini didasari
oleh sabda Rosululloh dari Yazid diatas beliau berkata;
وَسُئِلَ عَنْ ضَالَّةِ الْإِبِلِ
فَغَضِبَ وَاحْمَرَّتْ وَجْنَتَاهُ وَقَالَ مَا لَكَ وَلَهَا مَعَهَا الْحِذَاءُ
وَالسِّقَاءُ تَشْرَبُ الْمَاءَ وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ حَتَّى يَلْقَاهَا رَبُّهَا
Kemudian
beliau ditanya tentang (memungut) barang temuan berupa onta, maka beliau marah,
menjadi merah mukany, dan beliau bersabda,’’apa urusanmu dengan onta itu?
Dia (onta itu) mempunyai sepatu, dan kantung air, dia bisa minum air sendiri,
dan makan pepohonan sampai dia ditemukan pemiliknya.’’ (HR.Bukhori 4882,
dan Muslim 3247)
-Para ulama
mengatakan bahwa onta yang hilang tidak boleh dipungut sebab onta tidak
dikhawatirkan binasaan jika dibiarkan tidak dipungut, lantaran dia bisa hidup
walaupun tidak dipelihara dan dia bisa melindungi dirinya dari binatang buas
karena badannya yang besar lagi kuat.
-Dari alasan
hukum diatas, para ulama mengiyaskan semua binatang yang bisa hidup tanpa
dipelihara dan bisa melindungi dirinya dari binatang buas, maka jika binatang
tersebut hilang, haram hukumnya memungutnya, seperti Sapi, kijang, kuda,
burung- burung yang halal, dan sebagainya[12].
Adapun
sapi, haram memungutnya, karena dia mampu melindungi dirinya dari binatang buas
atau marabahaya lain dengan sebab kekuatan dan besar badannya seperti onta.
Adapun
kijang dan kuda, haram memungutnya, karena dia mampu melindungi dirinya dari
binatang buas atau marabahaya lain dengan sebab kecepatan larinya.
Dan adapun
burung yang halal, maka haram memungutnya, karena dia mampu melindungi dirinya
dari binatang buas atau marabahaya lain dengan sebab kecepatan terbangnya.
d-Luqothoh
tanah haram/ tanah suci
Luqotoh
tanah haram adalah barang- barang temuan yang ada di tanah suci Makkah….hukum
memungutnya adalah haram, danjika dia memungutnya, maka dia harus
mengumumkannya selamanya sampai dijumpai pemiliknya jika dia berada di tanah
suci, atau menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dalam urusan barang
hilang[13] jika dia hendak meninggalkan tanah
suci, dan tidak ada hak selamanya buat yang memungutnya untuk memanfaatkannya[14], hal ini didasari sabda Rosululloh;
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُلْتَقَطُ لُقَطَتُهَا إِلَّا
لِمُعَرِّفٍ
Dari Ibnu
Abbas berkata, dari Rosululloh bersabda,’’tidak boleh dipungut barang
temuannya (tanah suci) kecuali bagi yang mengumumkannya’’ (HR.Bukhori
8/292).
e-Jika
luqothoh berupa anak manusia
-Wajib[15] bagi siapa saja yang mengetahuinya
untuk memungutnya, hal itu lantaran tolong menolong dalam kebajikan adalah
wajib, dan menyelamatkan jiwa manusia adalah wajib, sedangkan menelantarkannya
adalah dosa dan pelanggaran, Alloh berfirman;
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ
وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ
‘’Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.’’ (QS.Al-Ma’idah 2)
-Anak
manusia yang ditemukan dan tidak diketahui nasabnya, maka dia dianggap muslim
jika ditemukan ditempat yang mayoritas penduduknya adalah kaum muslimin dan dia
dianggap sebagai orang merdeka (bukan budak), lantaran hukum asal manusia
diciptakan Alloh dalam keadaan merdeka[16].
-Adapun
nafkah anak tersebut,maka diambil dari harta yang ada pada diri anak tersebut
jika ada, tetapi jika tidak ada, maka nafkahnya ditanggung oleh pemerintah dari
baitul mal, dan jika tidak ada baitul mal, maka wajib bagi kaum muslimin saling
bantu- membantu untuk menafkahi anak tersebut sebagaimana dalam QS. Al-Maidah 2
diatas. Kewajiban nafkah atas pemerintah dari harta baitul mal didasari oleh sebuah
hadits;
عن سنين رجل من بني سليم : ” أنه وجد
منبوذا في زمان عمر بن الخطاب قال : فجئت به إلى عمر بن الخطاب فقال : ما حملك على
اخذ هذه النسمة فقال : وجدتها ضائعة فأخذتها فقال له عريفه : يا أمير المؤمنين إنه
رجل صالح فقال له عمر : اكذلك ؟ قال : نعم فقال عمر بن الخطاب : إذهب فهو حر ولك
ولاؤه وعلينا نفقته
Dari Sunain
seorang dari bani Sulaim, beliau menemukan anak hilang di zaman Umar bin
Khotob, dia berkata,’’Aku bawa (anak itu) kepada Umar,’’ lalu Umar
berkata,’’ kenapa engkau mengambil anak ini?’’ dia menjawab,’’aku
melihatnya tersesat lalu aku memungutnya,’’ lalu pembantuku berkata,’’wahai
amirul mukminin dia adalah orang baik- baik,’’ lalu Umar berkata padanya,’’benarkah
demikian?’’ (pembantuku) berkata,’’benar (wahai amirul mukminin),’’
maka Umar berkata,’’bawalah (anak) itu, dia anak yang merdeka (bukan budak),
dan wala’nya milikmu, sedangkan nafkahnya kewajiban kami.’’ (HR.Malik dalam
Muwato’nya 2/738/19, Baihaqi 6/201-202, dan Syafii 1368, dan dishahihkan oleh
al-Albani dalam Irwa’ al-Gholil 6/23)
SUNNAH
MENGANGKAT SAKSI ATAS BARANG TEMUANNYA
Bagi orang
yang memungut barang temuan maka disyari’atkan untuk mengangkat
saksi atas penemuan barang tersebut sebagaimana dalam hadits;
عن عياض بن حمار قال قال رسول الله
صلى الله عليه و سلم من وجد لقطة فليشهد ذا عدل أو ذوي عدل ولا يكتم ولا يغيّب فإن
وجد صاحبها فليردها عليه وإلا فهو مال الله عز و جل يؤتيه من يشاء
Dari Iyadh
bin Himar Rosululloh bersabda,’’Barangsiapa menemukan luqothoh, maka
hendaklah ia mengangkat saksi seorang atau beberapa orang jujur,
kemudian tidak boleh menyembunyikannya, jika datang pemiliknya, maka
(pemiliknya) lebih berhak dengan barangnya, jika tidak (dijumpai pemiliknya)
maka barang itu adalah milik Alloh yang diberikan kepada orang yang Dia
kehendaki.’’ (HR.Abu Dawud 1503, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam
Shahih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah, dan Misykatul Mashobih 3039)
Mayoritas
para ulama mengatakan bahwa hukum mengangkat saksi ketika memungut luqothoh
adalah sunnah, hal itu lantaran dengan adanya saksi, maka barang
temuan lebih terpelihara, lebih jauh dari bercampurnya dengan harta pribadinya,
lebih menghindari kemungkinan lupa dari sang pemungutnya, lebih jauh dari
khiyanat, atau seandainya pemungutnya mati, maka ahli warisnya tetap menunaikan
hak milik orang lain.[17]
DILARANG
MENYEMBUNYIKAN LUQOTHOH
Haram bagi
orang yang memungut luqothoh untuk menyembunyikan luqothohnya, karena hal ini
termasuk khiyanat, sebagaimana sabda Rosululloh diatas;
‘’Barangsiapa menemukan luqothoh, maka hendaklah ia mencari saksi seorang atau beberapa orang jujur, kemudian tidak boleh menyembunyikannya…’’
‘’Barangsiapa menemukan luqothoh, maka hendaklah ia mencari saksi seorang atau beberapa orang jujur, kemudian tidak boleh menyembunyikannya…’’
TEMPAT
MENGUMUMKAN LUQOTHOH
Para ulama
mengatakan bahwa tempat mengumumkan luqothoh adalah tempat- tempat yang
sekiranya akan didatangi oleh orang pencari barang hilangnya dan tempat itu
menjadi tempat berkumpulnya manusia, seperti pintu masjid, di pasar, atau di
tempat- tempat berkumpulnya manusia yang dekat dengan tempat ditemukannya
barang tersebut, karena biasanya orang yang kehilangan barang akan mencari
ketempat tersebut.
Jika hal di
atas tidak memungkinkan, maka bisa juga bagi sang pemungut menyerahkan kepada
pihak- pihak yang berwenang untuk mempermudah pencarinya dan lebih aman bagi
barangnya, seperti kantor polisi setempat kantor kelurahan setempat, dan
semisalnya, atau jika surat kabar menjadi suatu wahana yang memudahkan urusan
ini maka surat kabar sudah cukup menjadi tempat mengumumkan barang yang hilang.
MENGUMUMKAN
SIFAT/CIRI-CIRI LUQOTHOH
Para ulama
sepakat bahwa orang yang memungut luqothoh ketika mengumumkannya hanya
menyebutkan jenis luqothoh secara global, jika menemukan uang maka dia
menyebut uang, jika perhiasan maka dia sebiutkan perhiasan dan seterusnya, tidak
boleh menyebutkan semua ciri- ciri dan jumlah barang tersebut secara mendetail,
karena dikhwatirkan adanya orang- orang yang tamak akan mengklaim/ mengaku-
ngaku barang itu adalah miliknya padahal bukan.
Wallohu
A’lam.
CARA MENGECILKAN
(RESIZE) UKURAN FOTO DENGAN MICROSOFT OFFICE PICTURE MANAGER
21052011
CARA MENGECILKAN
(RESIZE) UKURAN FOTO
DENGAN MICROSOFT OFFICE
PICTURE MANAGER
Jika anda termasuk siswa
yang akan mengikuti SNMPTN mungkin artikel ini sedikit banyak akan membantu
anda, karena ketika melakukan regristasi online pasti anda diminta untuk
memasukkan data berupa foto 4×6 dengan ukuran data tidak lebih dari 100 kb.
Pertanyaannya, gimana sih caranya untuk melakukan semua itu? Jawabannya sangat
mudah. Bahkan tidak diperlukan kemampuan khusus dalam meng-edit gambar.
Software yang digunakan pun hanya dengan software sekelas Microsoft Picture
Manager yg sudah secara otomatis terinstal dalam grup Microsoft Office. Berikut
ini langkah-langkah mengecilkan sekaligus mengubah ukuran data foto yang sangat
mudah dan praktis. 
1. Buka program
Microsoft Office Picture Manager
Langkahnya Start > All
Programs > Microsoft Office > Microsoft Office Tools > Microsoft
Office Picture Manager
Atau langsung dari
gambar yang akan anda edit dengan langkah:
Buka foto yang akan anda
edit > klik kanan > Open with >
Microsoft Office Picture Manager
Atau langsung dari
gambar yang akan anda edit dengan langkah:
Buka foto yang akan anda
edit > klik kanan > Open with > Microsoft Office Picture Manager
2. Setelah Microsoft
Office Picture Manager terbuka, maka pilih menu Edit
Pictures…
Maka akan keluar menu
menu di layar samping kanan. Seperti gambar dibawah ini
3. Langkah
selanjutnya adalah merubah ukuran menjadi 4×6. untuk itu klik menuCrop. Lalu ubahlah pada menu Aspect Ratio menjadi 4×6. Dan ubah
posisi menjadi potrait. Setelah itu klik OK. Lalu save. maka foto anda akan
berubah rasionya menjadi 4×6.
4. Lalu saatnya mengubah
ukuran data menjadi kurang dari 100 kb. Kembalilah ke menu awal dengan klik
menu Edit Pictures… Lalu klik menu Compress
Pictures.Lalu pilih yang Documents >
Klik OK > Save.
untuk mengecek foto anda
sudah kurang dari 100 kb atau belum, arahkan kursor mouse anda ke foto yang
anda edit. maka akan keluar menu informasi. Disitu anda dapat melihat ukuran
foto anda. jika masih diatas 1oo kb. maka perlu ditambah langkah langjah
berikut.
5. Kembali ke menu awal
dengan klik menu Edit Pictures… Lalu klik menu Resize.Isi pada kolom Percentage of
original width x height: dengan nominal antara 80-90 %. Lalu klik OK > Save.
untuk mengecek foto,
arahkan kembali kursor mouse anda ke foto. jika ukuran foto sudah kurang dari
100 kb, maka proses mengedit foto anda telah selesai. Jika ukuran masih diatas
100 kb maka ulangi lankah ke-5 secara berulang hingga ukuran foto anda menjadi
kurang dari 100 kb.
Semoga bermanfaat. -_^
REKAP HASIL PENILAIAN
KINERJA GURU KELAS/MATA PELAJARAN
a.
Nama :
NIP :
Tempat/Tanggal Lahir :
Pangkat/Jabatan/Golongan :
Pengatur / Guru / II c
TMT sebagai guru : 01
- 02 - 2009
Masa Kerja :
06 Tahun 02 Bulan
Jenis Kelamin :
Perempuan
Pendidikan
Terakhir/Spesialisasi :
D.II / A.II PGSD
Program Keahlian yang
diampu : Guru Kelas
b.
Nama Instansi/Sekolah : SD Negeri 70
Pekanbaru
Telp/Fax :
Kelurahan : Labuhbaru Timur
Kecamatan : Payung Sekaki
Kabupaten/Kota : Pekanbaru
Provinsi :
Riau
|
Periode
Penilaian
1 Januari 2013 sampai 30
Juni 2013
|
Formatif
|
√
|
Tahun
2013
|
|
Sumatif
|
|
||
|
Kemajuan
|
|
|
No
|
Kompetensi
|
Nilai
*)
|
|
A. Pedagogik
|
|
|
|
1.
|
Menguasai karakteristik peserta didik
|
3
|
|
2.
|
Menguasai teori belajar dan
prinsip-prinsip pembelanjaran yang mendidik
|
3
|
|
3.
|
Pengembangan kurikulum
|
4
|
|
4.
|
Kegiatan pembelajaran yang mendidik
|
3
|
|
5.
|
Pengembangan potensi peserta didik
|
3
|
|
6.
|
Komunikasi dengan peserta didik
|
3
|
|
7.
|
Penilaian dan evaluasi
|
4
|
|
B. Kepribadian
|
|
|
|
8.
|
Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum,
sosial dan kebudayaan nasional
|
3
|
|
9.
|
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan
teladan
|
4
|
|
10.
|
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi,
rasa bangga menjadi guru
|
4
|
|
C. Sosial
|
|
|
|
11.
|
Bersikap inklusif, bertindak obyektif,
serta tidak diskriminatif
|
3
|
|
12.
|
Komunikasi dengan sesama guru, tenaga
kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
|
4
|
|
D. Profesional
|
|
|
|
13.
|
Penguasaan materi, struktur, konsep dan
pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
|
4
|
|
14.
|
Mengembangkan keprofesionalan melalui
tindakan yang reflektif
|
3
|
|
Jumlah
(hasil penilaian kinerja guru)
|
48
|
|
*) Nilai diisi berdasarkan laporan dan
evaluasi PK Guru. Nilai minimum per kompetensi = 1 dan Nilai maksimum = 4
Pekanbaru, 30 Juni 2013
Guru yang dinilai Penilai Kepala
Sekolah
Drs. AMIRUDDIN Drs. AMIRUDDIN
NIP. NIP. 19580214 197802 1 001 NIP. 19580214 197802 1 001
FORMAT PERHITUNGAN ANGKA KREDIT PK GURU KELAS/MATA
PELAJARAN
a.
Nama :
NIP :
Tempat/Tanggal Lahir :
Pangkat/Jabatan/Golongan : Pengatur / Guru / II c
TMT sebagai guru : 01
- 02 - 2009
Masa Kerja :
06 Tahun 02 Bulan
Jenis Kelamin :
Perempuan
Pendidikan
Terakhir/Spesialisasi :
D.II / A.II PGSD
Program Keahlian yang
diampu : Guru Kelas
b.
Nama Instansi/Sekolah : SD Negeri 70
Pekanbaru
Telp/Fax :
Kelurahan : Labuhbaru Timur
Kecamatan : Payung Sekaki
Kabupaten/Kota : Pekanbaru
Provinsi :
Riau
|
Nilai PK Guru Kelas/Mata Pelajaran
|
48
|
|
|
Konversi nilai PK Guru ke dalam skala
0-100 sesuai Permenneg PAN & RM no. 16 Tahun 2009 dengan rumus
Nilai PKG Tertinggi
56
|
85,7
|
|
|
Berdasarkan hasil konversi ke dalam skala
nilai sesuai dengan peraturan tersebut, selanjutnya ditetapkan sebutan dan
persentase angka kreditnya
|
Baik
|
100 %
|
|
Perolehan angka kredit (untuk
pembelajaran) yang dihitung berdasarkan rumus berikut ini :
Angka kredit satu tahun = (AKK-AKPKB-AKP)
X (JM/JWM) X NPK
|
|
|
Pekanbaru, 30 Juni 2013
Guru yang dinilai Penilai Kepala Sekolah
Drs.
AMIRUDDIN Drs. AMIRUDDIN
NIP. NIP.
19580214 197802 1 001 NIP. 19580214 197802 1 001
Kompetensi 1 :
Mengenal karakteristik peserta didik
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan
guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan Tanggapan Penilai terhadap dokumen
dan/atau keterangan guru*
(catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru dapat mengidentifikasi
karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya
|
|
1
|
|
|
2.
Guru memastikan bahwa semua
peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif
dalam kegiatan pembelajaran
|
|
1
|
|
|
3.
Guru dapat mengatur kelas
untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan
kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda
|
|
1
|
|
|
4.
Guru mencoba mengetahui
penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku
tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya
|
|
1
|
|
|
5.
Guru membantu mengembangkan
potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik
|
|
|
2
|
|
6.
Guru memperhatikan peserta
didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas
pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan
(tersisihkan, diolok-olok, minder, dsb)
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 1
|
|
|
8
|
|
Skor maksimum kompetensi 1 = jumlah
indicator x 2
|
|
|
12
|
|
Persentase = (total skor/12 x 100%
|
|
|
66,6 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 1
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 2 :
Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 2 : Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
yang mendidik
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan
kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas
yang bervariasi
|
|
1
|
|
|
2.
Guru selalu memastikan tingkat
pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan
menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman
tersebut
|
|
1
|
|
|
3.
Guru dapat menjelaskan alasan
pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun
yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran
|
|
1
|
|
|
4.
Guru menggunakan berbagai
teknik untuk memotivasi kemauan belajar peserta didik
|
|
|
2
|
|
5.
Guru merencanakan kegiatan
pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan
pembelajaran maupun proses belajar
peserta didik
|
|
1
|
|
|
6.
Guru memperhatikan respon
peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan
dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 2
|
|
|
8
|
|
Skor maksimum kompetensi 2 = jumlah indikator
x 2
|
|
|
12
|
|
Persentase = (total skor/12 x 100%
|
|
|
66,6 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 2
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 3 :
Pengembangan kurikulum
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
|
Penilaian untuk kompetensi 3 : Pengembangan
kurikulum
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru dapat menyusun silabus
yang sesuai dengan kurikulum
|
|
|
2
|
|
2.
Guru merancang rencana
pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu
agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan
|
|
|
2
|
|
3.
Guru mengikuti materi
pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran
|
|
|
2
|
|
4.
Guru memilih materi
pembelajaran yang : a) sesuai dengan tujuan pembelajaran, b) tepat dan
mutakhir, c) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik,
dan d) dapat dilaksanakan di kelas , e) sesuai dengan konteks kehidupan
sehari-hari peserta didik
|
|
1
|
|
|
Total skor untuk kompetensi 3
|
|
|
7
|
|
Skor maksimum kompetensi 3 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
8
|
|
Persentase = (total skor/8 x 100%
|
|
|
87,5 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 2
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
4
|
Kompetensi 4 :
Kegiatan Pembelajaran yang mendidik
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 4 : Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru melaksanakan aktivitas
pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan
pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang
tujuannya
|
|
1
|
|
|
2.
Guru melaksanakan aktivitas
pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses proses belajar peserta
didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan
|
|
|
2
|
|
3.
Guru mengkomunikasikan
informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat
kemampuan belajar peserta didik
|
|
1
|
|
|
4.
Guru menyikapi kesalahan yang
dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan
semata-mata kesalahan yang harus dikoreksi, misalnya : dengan mengetahui
terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju atau tidak setuju dengan
jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yang benar
|
|
1
|
|
|
5.
Guru melaksanakan kegiatan
pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan
sehari-hari peserta didik
|
|
|
2
|
|
6.
Guru melakukan aktivitas
pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan
pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan
mempertahankan perhatian peserta didik
|
|
1
|
|
|
7.
Guru mengelola kelas dengan
efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua
waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif
|
|
1
|
|
|
8.
Guru mampu menyesuaikan
aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas
|
|
|
2
|
|
9.
Guru memberikan banyak
kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan
berinteraksi dengan peserta didik lain
|
|
|
2
|
|
10.
Guru mengatur pelaksanaan
aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar
peserta didik, sebagai contoh : guru menambah informasi baru setelah
mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya
|
|
1
|
|
|
11.
Guru menggunakan alat bantu
mengajar, dan/atau audio –visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi
belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran
|
|
1
|
|
|
Total skor untuk kompetensi 4
|
|
|
15
|
|
Skor maksimum kompetensi 4 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
22
|
|
Persentase = (total skor/22 x 100%
|
|
|
68,1 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 4
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 5 :
Memahami dan mengembangkan potensi
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 5 : Memahami dan mengembangkan potensi
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru menganalisa hasil
belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik
untuk mengtahui tingkat kemajuan masing-masing
|
|
1
|
|
|
2.
Guru merancang dan
melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk
belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing-masing
|
|
1
|
|
|
3.
Guru merancang dan
melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik
|
|
|
2
|
|
4.
Guru secara aktif membantu
peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada
setiap individu
|
|
|
2
|
|
5.
Guru dapat mengidentifikasi
dengan benar tentang bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar
masing-masing peserta didik
|
|
1
|
|
|
6.
Guru memberikan kesempatan
belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara belajarnya masing-masing
|
|
1
|
|
|
7.
Guru memusatkan perhatian
pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memahami dan
menggunakan informasi yang disampaikan
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 5
|
|
|
10
|
|
Skor maksimum kompetensi 5 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
14
|
|
Persentase = (total skor/14 x 100%
|
|
|
71,4 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 5
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 6 :
Komunikasi dengan peserta didik
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 6 : Komunikasi dengan peserta didik
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru menggunakan pertanyaan
untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik, termasuk
memberikan pertanyaan terbuka yang menuntut peserta didik untuk menjawab
dengan ide dan pengetahuan mereka
|
|
1
|
|
|
2.
Guru memberikan perhatian dan
mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik, tanpa
menginterupsi, kecuali jika diperlukan untuk membantu atau mengklarifikasi
pertanyaan/tanggapan tersebut
|
|
1
|
|
|
3.
Guru menanggapinya pertanyaan
peserta didik secara tepat, benar, dan mutakhir, sesuai dengan yujuan
kurikulum tanpa mempermalukannya
|
|
|
2
|
|
4.
Guru menyajikan kegiatan
pembelajaran yang dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antar peserta didik
|
|
|
2
|
|
5.
Guru mendengarkan dan
memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baik yang benar
maupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik
|
|
1
|
|
|
6.
Guru memberikan perhatian
terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponnya secara lengkap dan relevan
untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 6
|
|
|
9
|
|
Skor maksimum kompetensi 6 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
12
|
|
Persentase = (total skor/12 x 100%
|
|
|
75 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 6
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 7 :
Penilaian dan Evaluasi
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs.
Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Setelah Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Setelah pengamatan : Tanggapan Penilai terhadap
dokumen dan/atau keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 7 : Penilaian dan Evaluasi
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru menyusun alat penilaian
yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu
seperti yang tertulis dalam RPP
|
|
1
|
|
|
2.
Guru melaksanakan penilain
dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, selain penilaian formal yang
dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta
didik , tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan
akan di pelajari
|
|
|
2
|
|
3.
Guru menganalisis hasil
penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga
diketahui kekuatan dan kelemahan masing-masing peserta didik untuk keperluan
remedial dan pengayaan
|
|
|
2
|
|
4.
Guru memanfaatkan masukan dari
peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran
selanjutnya dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran,
rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya
|
|
1
|
|
|
5.
Guru memanfaatkan hasil
penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajarn yang akan dilakukan
selanjutnya
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 7
|
|
|
8
|
|
Skor maksimum kompetensi 7 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
10
|
|
Persentase = (total skor/10 x 100%
|
|
|
80 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 10
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
4
|
Kompetensi 8 :
Berindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional
Indonesia
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 8 : Berindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan
kebudayaan nasional
Indonesia
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru menghargai dan
mempromosikan prinsip-prinsip pancasila sebagai dasar ideology dan etika bagi
semua warga Indonesia
|
|
1
|
|
|
2.
Guru mengembangkan kerjasama
dan membina kebersamaan dengan temat sejawat tanpa memperhatikan perbedaan
yang ada (misalnya : suku, agama dan gender)
|
|
1
|
|
|
3.
Guru saling menghormati dan
menghargai teman sejawat sesuai dengan kondisi dan keberadaan masing-masing
|
|
|
2
|
|
4.
Guru memiliki rasa persatuan
dan kesatuaan sebagai bangsa Indonesia
|
|
|
2
|
|
5.
Guru mempunyai pandangan yang
luas tentang keberagaman bangsa Indonesia (misalnya : budaya, suku, agama)
|
|
1
|
|
|
Total skor untuk kompetensi 8
|
|
|
7
|
|
Skor maksimum kompetensi 8 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
10
|
|
Persentase = (total skor/10 x 100%
|
|
|
70 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 8
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 9 :
Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 9 : Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru bertingkah laku sopan
dalam berbicara, berpenampilan dan berbuat terhadap semua peserta didik,
orang tua dan teman sejawat
|
|
|
2
|
|
2.
Guru mau membagi
pengalamannya dengan teman sejawat, termasuk mengundang mereka untuk
mengobservasi cara mengajarnya dan memberikan masukan
|
|
|
2
|
|
3.
Guru mampu mengelola
pembelajaran yang membuktikan bahwa guru dihormati peserta didik, sehingga
semua peserta didik selalu memperhatikan guru dan berpartisipasi aktif dalam
proses pembelajaran
|
|
|
2
|
|
4.
Guru bersikap dewasa dalam
menerima masukan dari peserta didik dan memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran
|
|
|
2
|
|
5.
Guru berperilaku baik untuk
mencitrakan nama baik sekolah
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 9
|
|
|
10
|
|
Skor maksimum kompetensi 9 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
10
|
|
Persentase = (total skor/10 x 100%
|
|
|
100 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 9
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
4
|
Kompetensi 10 :
Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, dan rasa bangga menjadi guru
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 10 : Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, dan rasa bangga
menjadi guru
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru mengawali dan mengakhiri
pembelajaran dengan tepat waktu
|
|
|
2
|
|
2.
Jika guru harus meninggalkan
kelas, guru menaktifkan siswa dengan melakukan hal-hal produktif terkait
dengan mata pembelajaran, dan meminta guru piket atau guru lain untuk
mengawasi kelas
|
|
|
2
|
|
3.
Guru memenuhi jam mengajar
dan dapat melakukan semua kegiatan lain di luar jam mengajar berdasarkan ijin
dan persetujuan pengelola sekolah
|
|
|
2
|
|
4.
Guru meminta ijin dan
memberitahu lebih awal, dengan memberikan alas an dan bukti yang sah jika
tidak menghadiri kegiatan yang telah direncanakan, termasuk proses
pembelajaran di kelas
|
|
|
2
|
|
5.
Guru menyelesaikan semua
tugas administrative dan non-pembelajaran dengan tepat waktu sesuai standar
yang di tetapkan
|
|
1
|
|
|
6.
Guru memanfaatkan waktu luang
selain mengajar untuk kegiatan yang produktif terkait dengan tugasnya
|
|
|
2
|
|
7.
Guru memberikan kontribusi
terhadap pengembangan sekolah dan mempunyai prestasi yang berdampak positif
terhadap nama baik sekolah
|
|
|
2
|
|
8.
Guru merasa bangga dengan
profesinya sebagai guru
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 10
|
|
|
15
|
|
Skor maksimum kompetensi 10 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
16
|
|
Persentase = (total skor/16 x 100%
|
|
|
93,7 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 10
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
4
|
Kompetensi 11 :
Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 11 : Bertindak inklusif, bertindak obyektif, serta tidak
diskriminatif
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru memperlakukan semua
peserta didik secara adil, memberikan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan
masing-masing, tanpa memperdulikan faktor personal
|
|
1
|
|
|
2.
Guru menjaga hubungan baik
dan peduli dengan teman sejawat (bersifat inklusif), serta berkontribusi
positif terhadap semua diskusi formal dan informal terkait dengan
pekerjaannya
|
|
1
|
|
|
3.
Guru sering berinteraksi
dengan peserta didik dan tidak membatasi perhatiannya hanya pada kelompok
tertentu (misalnya : peserta didik yang pandai, kaya, berasal dari daerah
yang sama dengan guru)
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 11
|
|
|
4
|
|
Skor maksimum kompetensi 11 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
6
|
|
Persentase = (total skor/6 x 100%
|
|
|
66,6 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 11
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Kompetensi 12 : Komunikasi dengan sesame guru, tenaga
pendidikan, orang tua peserta didik dan
masyarakat
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 12 : Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang
tua peserta didik
dan masyarakat
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru menyampaikan informasi
tentang kemajuan, kesulitan, dan potensi peserta didik kepada orang tuanya,
baik dalam pertemuan formal maupun tidak formal antara guru dan orang tua,
teman sejawat, dan dapat menunjukkan buktinya
|
|
|
2
|
|
2.
Guru ikut berperan aktif
dalam kegiatan di luar pembelajaran yang diselenggarakan oleh sekolah dan
masyarakat dan dapat memberikan bukti keikutsertaannya
|
|
1
|
|
|
3.
Guru memperhatikan sekolah sebagai
bagian dari masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat sekitar , serta
berperan dalam kegiatan sosial di masyarakat
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 12
|
|
|
5
|
|
Skor maksimum kompetensi 12 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
6
|
|
Persentase = (total skor/6 x 100%
|
|
|
83,3 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 12
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
4
|
Kompetensi 13 :
Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung
mata
pelajaran yang diampu
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Sebelum Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau
keterangan guru
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
Selama Pengamatan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Kegiatan/aktivitas guru dan peserta didik selama
pengamatan
|
|
|
Tindak lanjut yang diperlukan :
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 13 : Penugasan materi struktur konsep dan pola pikir
keilmuan yang mendukung
mata pelajaran yang diampu
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru melakukan pemetaan
standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran yang diampunya,
untuk mengidentifikasi materi pembelajaran yang dianggap sulit, melakukan
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan memperkirakan alokasi waktu
yang diperlukan
|
|
1
|
|
|
2.
Guru menyertakan informasi
yang tepat dan mutakhir dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
|
|
|
2
|
|
3.
Guru menyusun materi,
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang berisi informasi yang tepat,
mutakhir, dan yang membantu peserta didik untuk memahami konsep materi
pembelajaran
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 13
|
|
|
5
|
|
Skor maksimum kompetensi 13 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
6
|
|
Persentase = (total skor/6 x 100%
|
|
|
83,3 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 13
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
4
|
Kompetensi 14 :
Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif
Nama Guru :
Nama Penilai : Drs. Amiruddin
Pemantauan
|
Tanggal
|
|
|
Dokumen dan
bahan lain yang diperiksa
|
|
|
Catatan dan
Tanggapan Penilai terhadap dokumen dan/atau keterangan guru
(Catat kegiatan yang dilakukan)
|
|
|
Penilaian
untuk kompetensi 14 : Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif
|
|||
|
|
Skor
|
||
|
Indikator
|
Tidak
ada bukti (Tidak terpenuhi
|
Terpenuhi
sebagian
|
Seluruhnya
terpenuhi
|
|
1.
Guru melakukan evaluasi diri
secara spesifik, lengkap, dan didukung dengan contoh pengalaman diri sendiri
|
|
|
2
|
|
2.
Guru memiliki jurnal
pembelajaran, catatan masukan dari kolega atau hasil penilaian proses
pembelajaran sebagai bukti yang menggambarkan kinerjanya
|
|
1
|
|
|
3.
Guru memanfaatkan bukti
gambaran kinerjanya untuk mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran selanjutnya dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan
(PKB)
|
|
1
|
|
|
4.
Guru dapat mengaplikasikan
pengalaman PKB dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran dan
tindak lanjutnya
|
|
1
|
|
|
5.
Guru melakukan penelitian,
mengembangkan karya inovasi, mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya seminar,
konferensi), dan aktif dalam melaksanakan PKB
|
|
1
|
|
|
6.
Guru dapat memanfaatkan TIK
dalam berkomunikasi dan pelaksanaan PKB
|
|
|
2
|
|
Total skor untuk kompetensi 14
|
|
|
8
|
|
Skor maksimum kompetensi 14 = jumlah
indikator x 2
|
|
|
12
|
|
Persentase = (total skor/12 x 100%
|
|
|
66,6 %
|
|
Nilai untuk kompetensi 14
(0% <
x ≤ 25 % = 1; 25 % < x ≤ 50 % = 2
(50% <
x ≤ 75 % = 3; 75 % < x ≤ 100 % = 4)
|
|
|
3
|
Langganan:
Postingan (Atom)







